Dalam sebuah studi doktoral (S3), praktik mempublikasikan beberapa bab atau chapter dari disertasi ke dalam beberapa publikasi ilmiah adalah satu hal yang lumrah. Apalagi, umumnya seorang mahasiswa doktoral diwajibkan untuk publikasi dengan jumlah minimum tertentu, bisa 2 atau 3, dst. Hal ini memungkinkan karena disertasi memang terdiri dari beberapa chapter berbeda yang tidak sesederhana thesis master (S2) apalagi skripsi (S1). Namun apakah praktik ini dapat dikategorikan sebagai salami slicing?
Apa itu salami slicing?
Salami, sejenis sosis kering yang berasal dari Italia dan banyak digunakan dalam masakan Eropa. Kata salami berasal dari bahasa Italia salame, yang merujuk pada daging yang diawetkan dengan garam. (image source: ) |
- Setiap publikasi hanya menampilkan sedikit tambahan dari publikasi sebelumnya, tanpa kontribusi signifikan.
- Data yang sama digunakan berulang kali tanpa justifikasi yang jelas.
- Pemecahan hasil penelitian mengurangi makna atau dampak ilmiah karena tidak memberikan gambaran yang utuh.
Contoh kasus
Seorang peneliti melakukan studi komprehensif tentang dampak perubahan iklim terhadap keanekaragaman hayati di hutan tropis. Studi ini mencakup:
- Analisis perubahan suhu dan curah hujan dalam 30 tahun terakhir
- Dampaknya terhadap pola distribusi spesies pohon
- Dampaknya terhadap populasi burung dan mamalia kecil
- Strategi mitigasi untuk konservasi spesies yang terdampak
- Artikel 1: Menjelaskan perubahan suhu dan curah hujan berdasarkan data 30 tahun terakhir.
- Artikel 2: Menggunakan data yang sama, tetapi hanya membahas perubahan suhu tanpa curah hujan.
- Artikel 3: Menggunakan dataset yang sama, tetapi hanya menganalisis dampak pada satu spesies tertentu tanpa adanya justifikasi ilmiah.
- Artikel 4: Hanya mengganti metode analisis statistik tetapi tetap menggunakan data dan kesimpulan yang hampir sama.
- Setiap artikel hanya merupakan potongan kecil dari studi yang lebih besar tanpa wawasan baru.
- Data yang sama diulang dalam beberapa publikasi tanpa pengembangan konsep yang signifikan.
- Tujuannya lebih untuk meningkatkan jumlah publikasi daripada memberikan kontribusi ilmiah yang bermakna.
- Artikel 1: "Long-Term Trends in Temperature and Precipitation in Tropical Forests: Implications for Climate Change Resilience" → Fokus pada perubahan iklim selama 30 tahun terakhir dan pola yang muncul.
- Artikel 2: "Shifts in Tree Species Distribution Due to Climate Change: A Case Study from Southeast Asia" → Menganalisis bagaimana perubahan iklim memengaruhi distribusi spesies pohon.
- Artikel 3: "Impacts of Climate Change on Avian and Mammal Populations in Tropical Forest Ecosystems" → Menganalisis dampak perubahan iklim pada populasi burung dan mamalia kecil.
- Artikel 4: "Conservation Strategies for Climate-Vulnerable Species in Tropical Forests" → Fokus pada langkah-langkah mitigasi yang dapat dilakukan untuk spesies yang terdampak.
Bagaimana dengan publikasi disertasi?
- Setiap publikasi memiliki fokus penelitian yang jelas dan tidak sekadar mengulang hasil yang sama dengan sedikit variasi.
- Ada pengembangan konsep atau metodologi yang membedakan satu artikel dari yang lain.
- Setiap publikasi memiliki nilai tambah yang unik dalam menjawab pertanyaan penelitian tertentu.
- Tidak ada duplikasi substansial di antara publikasi, meskipun mereka berbagi dataset atau metodologi yang sama.
Kesimpulan
Jika setiap publikasi memiliki kontribusi ilmiah yang unik dan signifikan, maka itu bukan salami slicing. Namun, jika publikasi hanya merupakan pecahan kecil dari data studi doktoral Anda yang sama tanpa nilai tambah yang jelas, maka bisa dianggap sebagai salami slicing dan berpotensi dikritik dalam dunia akademik.
Karena Anda sedang menyusun disertasi berbasis publikasi, penting untuk merancang setiap artikel dengan tujuan yang jelas agar tidak terjebak dalam praktik ini.