Mengenal salami slicing: Apakah publikasi disertasi doktoral termasuk?

4 min read

Dalam sebuah studi doktoral (S3), praktik mempublikasikan beberapa bab atau chapter dari disertasi ke dalam beberapa publikasi ilmiah adalah satu hal yang lumrah. Apalagi, umumnya seorang mahasiswa doktoral diwajibkan untuk publikasi dengan jumlah minimum tertentu, bisa 2 atau 3, dst. Hal ini memungkinkan karena disertasi memang terdiri dari beberapa chapter berbeda yang tidak sesederhana thesis master (S2) apalagi skripsi (S1). Namun apakah praktik ini dapat dikategorikan sebagai salami slicing?

Apa itu salami slicing?

Salami, sejenis sosis kering yang berasal dari Italia dan banyak digunakan dalam masakan Eropa. Kata salami berasal dari bahasa Italia salame, yang merujuk pada daging yang diawetkan dengan garam. (image source: )


Istilah salami slicing berasal dari politik dan strategi negosiasi, yang kemudian diadopsi ke dalam dunia akademik dan publikasi ilmiah. Istilah ini pertama kali digunakan dalam politik oleh Mátyás Rákosi, seorang pemimpin komunis Hungaria pada 1940-an. Ia menggambarkan taktiknya untuk melemahkan oposisi politik dengan cara mengambil sedikit demi sedikit kekuasaan, seperti mengiris salami sampai habis.

Dalam dunia akademik, salami slicing adalah praktik membagi satu set data atau penelitian yang seharusnya dipublikasikan sebagai satu studi utuh menjadi beberapa publikasi kecil yang saling tumpang tindih, dengan tujuan meningkatkan jumlah publikasi (publish or perish). Istilah publish or perish itu yang kemudian menjadi faktor pendorong munculnya praktik salami slicing. Ketika akademisi "dipaksa" untuk publikasi, maka ada sebagian yang "mengakali" dengan cara membagi penelitiannya untuk dipublikasikan dalam beberapa artikel kecil, yang bisa jadi tumpang tindih satu sama lain. Sehingga, BOOOM! Jumlah publikasi meningkat, atau setidaknya dapat memenuhi syarat minimum publikasi. Tapi kontribusinya terhadap ilmi pengetahuan, bisa beda cerita.

Praktik ini dianggap tidak etis jika:
  1. Setiap publikasi hanya menampilkan sedikit tambahan dari publikasi sebelumnya, tanpa kontribusi signifikan.
  2. Data yang sama digunakan berulang kali tanpa justifikasi yang jelas.
  3. Pemecahan hasil penelitian mengurangi makna atau dampak ilmiah karena tidak memberikan gambaran yang utuh.

Contoh kasus

Studi kasus: Pengaruh Perubahan Iklim terhadap Keanekaragaman Hayati di Hutan Tropis

Seorang peneliti melakukan studi komprehensif tentang dampak perubahan iklim terhadap keanekaragaman hayati di hutan tropis. Studi ini mencakup:

  1. Analisis perubahan suhu dan curah hujan dalam 30 tahun terakhir
  2. Dampaknya terhadap pola distribusi spesies pohon
  3. Dampaknya terhadap populasi burung dan mamalia kecil
  4. Strategi mitigasi untuk konservasi spesies yang terdampak
Praktik salami slicing terjadi jika hasil studi itu kemudian dipublikasikan ke dalam beberapa artikel:
  1. Artikel 1: Menjelaskan perubahan suhu dan curah hujan berdasarkan data 30 tahun terakhir.
  2. Artikel 2: Menggunakan data yang sama, tetapi hanya membahas perubahan suhu tanpa curah hujan.
  3. Artikel 3: Menggunakan dataset yang sama, tetapi hanya menganalisis dampak pada satu spesies tertentu tanpa adanya justifikasi ilmiah.
  4. Artikel 4: Hanya mengganti metode analisis statistik tetapi tetap menggunakan data dan kesimpulan yang hampir sama.
Mengapa dikategorikan sebagai salami slicing?
  • Setiap artikel hanya merupakan potongan kecil dari studi yang lebih besar tanpa wawasan baru.
  • Data yang sama diulang dalam beberapa publikasi tanpa pengembangan konsep yang signifikan.
  • Tujuannya lebih untuk meningkatkan jumlah publikasi daripada memberikan kontribusi ilmiah yang bermakna.
Lalu bagaimana contoh agar tidak dikategorikan sebagai salami slicing? Publikasi dapat dibagi ke dalam beberapa artikel:
  1. Artikel 1: "Long-Term Trends in Temperature and Precipitation in Tropical Forests: Implications for Climate Change Resilience" → Fokus pada perubahan iklim selama 30 tahun terakhir dan pola yang muncul.
  2. Artikel 2: "Shifts in Tree Species Distribution Due to Climate Change: A Case Study from Southeast Asia" → Menganalisis bagaimana perubahan iklim memengaruhi distribusi spesies pohon.
  3. Artikel 3: "Impacts of Climate Change on Avian and Mammal Populations in Tropical Forest Ecosystems" → Menganalisis dampak perubahan iklim pada populasi burung dan mamalia kecil.
  4. Artikel 4: "Conservation Strategies for Climate-Vulnerable Species in Tropical Forests" → Fokus pada langkah-langkah mitigasi yang dapat dilakukan untuk spesies yang terdampak.
Publikasi hasil studi ke dalam 4 artikel itu tidak dikatakan sebagai praktik salami slicing karena setiap artikel memiliki pertanyaan penelitian yang jelas dan unik. Selain itu, kontribusi ilmiah dalam setiap publikasi berbeda dan saling melengkapi. Dan yang paling penting, ada perkembangan ide/metodologi yang signifikan di setiap artikel.

Bagaimana dengan publikasi disertasi?

Dalam banyak bidang, termasuk sains dan teknik, mempublikasikan bagian dari disertasi dalam beberapa artikel ilmiah berbeda merupakan praktik yang diterima dan tidak dikategorikan sebagai salami slicing, asalkan:
  • Setiap publikasi memiliki fokus penelitian yang jelas dan tidak sekadar mengulang hasil yang sama dengan sedikit variasi.
  • Ada pengembangan konsep atau metodologi yang membedakan satu artikel dari yang lain.
  • Setiap publikasi memiliki nilai tambah yang unik dalam menjawab pertanyaan penelitian tertentu.
  • Tidak ada duplikasi substansial di antara publikasi, meskipun mereka berbagi dataset atau metodologi yang sama.
Pendekatan yang dapat diterima dalam publikasi dari disertasi adalah studi harus berbeda, tapi saling melengkapi. Misalnya, satu chapter membahas tentang feature selection atau feature extraction, sementara chapter lain membahas pembangunan model berdasarkan feature yang didapatkan dari hasil extraction atau selection yang dibahas secara mendetail pada chapter sebelumnya. Maka kedua chapter ini boleh saja dipublikasikan ke dalam dua artikel ilmiah berbeda. 

Adanya pengembangan bertahap juga dapat dikatakan sebagai pendekatan yang dapat diterima. Jika ada penelitian yang berkembang dari eksplorasi awal ke validasi lanjutan, maka publikasi terpisah dapat dibenarkan.

Pemisahan publikasi hasil studi berdasarkan segmentasi tujuan yang jelas juga dapat dibenarkan. 

Kesimpulan

Jika setiap publikasi memiliki kontribusi ilmiah yang unik dan signifikan, maka itu bukan salami slicing. Namun, jika publikasi hanya merupakan pecahan kecil dari data studi doktoral Anda yang sama tanpa nilai tambah yang jelas, maka bisa dianggap sebagai salami slicing dan berpotensi dikritik dalam dunia akademik.

Karena Anda sedang menyusun disertasi berbasis publikasi, penting untuk merancang setiap artikel dengan tujuan yang jelas agar tidak terjebak dalam praktik ini. 

Certified remote pilot | interested in research related to geoinformatics, WebGIS, and UAV/drone | research student at Center for Environmental Remote Sensing (CEReS), Chiba University, Japan

Anda mungkin menyukai postingan ini

  • Setelah melepas status mahasiswa kira-kira 4 tahun lalu, akhirnya di tahun 2021 ini, saya kembali menjadi mahasiswa (lagi). Itu setelah secara resmi saya menerima acceptance notifi…
  • Sebelumnya saya pernah post tentang diterimanya saya sebagai penerima beasiswa JSPS Ronpaku ke Jepang. Tapi sejak saat itu, saya belum juga dapat undangan untuk berangkat ke Jepang…
  • Kabar baik untuk anda para pemburu beasiswa ke luar negeri, khususnya Jepang. Japan Society for the Promotion of Science (JSPS) membuka pendaftaran untuk beasiswa doktoral atau S3 …
  • Pandemi COVID-19 memberikan pengaruh yang begitu besar bagi semua sendi kehidupan. Adanya pandemi ini memaksa kita untuk melakukan banyak hal yang selama ini sepertinya sulit sekal…
  • Jangan upload paper ke ResearchGate, kecuali…Ini yang pertama kalinya sependek pengalaman saya menjadi dosen dan peneliti. Saya pertama kali ditolak mentah-mentah oleh editor…
  • Pada Kamis, 17 Desember 2020, ESRI Indonesia mengadakan acara penganugerahan GIS Award for Education. ESRI Indonesia memberikan penghargaan kepada beberapa kampus penerima hibah li…

Posting Komentar